Semua artikel

5 angka yang tidak pernah masuk iklan rokok

Nilai satu pelanggan seumur hidup, biaya iklan per jam, dan istilah perokok pengganti. Lima angka dari laporan publik yang menjelaskan model bisnisnya.

Diterbitkan Diperbarui Puff Counter Team 4 menit baca

  • industri rokok
  • data
  • pemasaran

Jawaban singkat

Lima angka menjelaskan model bisnis nikotin: sekitar 8 juta kematian per tahun terkait tembakau menurut WHO, sekitar 11.000 bungkus sebagai nilai satu pelanggan seumur hidup, miliaran dolar biaya iklan per tahun di satu negara saja, istilah perokok pengganti dari dokumen internal industri, dan biaya ekonomi global sekitar 1,4 triliun dolar setahun.

Iklan rokok memakai angka juga. Kadar tar, kadar nikotin, jumlah batang per bungkus.

Lima angka di bawah ini tidak pernah dipakai. Semuanya berasal dari laporan publik, bukan dari teori konspirasi, dan justru karena itu angka-angka ini sulit dibantah.

1. Delapan juta kematian per tahun

WHO memperkirakan tembakau menyebabkan sekitar 8 juta kematian setiap tahun. Kira-kira 1,3 juta di antaranya adalah orang yang tidak pernah merokok, tapi menghirup asap orang lain.

Yang perlu dipahami tentang angka ini: itu bukan kecelakaan atau cacat produksi. Itu hasil normal dari produk yang bekerja persis seperti seharusnya, dipakai persis seperti petunjuknya.

Setiap produk lain dengan angka pecahan kecil dari ini akan ditarik dari peredaran dalam hitungan hari.

2. Sekitar 11.000 bungkus

Ini angka yang paling jarang dilihat orang dari sudut pandang penjual.

Seseorang yang merokok satu bungkus per hari selama tiga puluh tahun membeli kira-kira 11.000 bungkus. Lebih dari 200.000 batang.

Itulah nilai satu pelanggan seumur hidup. Dan begitu kamu melihat angka itu, semua hal lain jadi masuk akal secara bisnis: kenapa layak mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan satu pelanggan baru, kenapa harga bisa dinaikkan terus tanpa kehilangan banyak pembeli, dan kenapa kesetiaan pada merek dijaga sedemikian rupa.

Kamu bukan pembeli yang datang sesekali. Kamu adalah langganan harian selama beberapa dekade.

3. Hampir satu juta dolar setiap jam

Laporan tahunan otoritas perdagangan Amerika Serikat mencatat pengeluaran iklan dan promosi rokok di kisaran delapan miliar dolar per tahun, di satu negara saja.

Bagi angka itu dengan jumlah jam dalam setahun dan hasilnya mendekati satu juta dolar per jam. Terus-menerus, siang dan malam, di satu pasar.

Sebagai perbandingan, anggaran program berhenti merokok dan pencegahan di banyak tempat hanya sebagian kecil dari itu. Jadi kalau kamu pernah merasa sedang bertanding tidak seimbang saat mencoba berhenti, perasaan itu punya dasar aritmetika.

Dan ini penting: kebanyakan uang itu tidak lagi berbentuk papan iklan raksasa. Ia berpindah ke tempat penjualan, kemasan, sponsor acara, harga promosi, dan penempatan produk di rak setinggi mata.

4. Satu istilah: perokok pengganti

Ini bukan angka, tapi ini yang paling menjelaskan segalanya.

Dokumen internal industri tembakau yang kini terbuka untuk publik lewat arsip pengadilan memakai istilah pengganti untuk pelanggan baru: orang yang dibutuhkan untuk menggantikan mereka yang berhenti atau meninggal.

Logikanya dingin dan sederhana. Setiap tahun sebagian pelanggan hilang, sebagian karena berhenti dan sebagian lagi karena produknya bekerja. Bisnis hanya bisa bertahan kalau ada yang menggantikan.

Dan karena hampir semua perokok mulai sebelum usia dua puluh, kelompok pengganti itu secara definisi adalah anak muda. Bukan tuduhan, ini konsekuensi matematis dari model bisnisnya.

Kalau kamu punya anak remaja, ini satu-satunya angka di halaman ini yang perlu kamu ingat.

5. Sekitar 1,4 triliun dolar per tahun

WHO memperkirakan biaya ekonomi global akibat tembakau berada di kisaran 1,4 triliun dolar per tahun, mencakup biaya perawatan kesehatan dan produktivitas yang hilang.

Yang menarik dari angka ini: yang membayar bukan cuma perokok. Ia dibayar oleh sistem kesehatan, oleh perusahaan lewat hari kerja yang hilang, dan oleh keluarga yang kehilangan pencari nafkah lebih awal.

Untuk konteks Indonesia, survei tembakau nasional pada 2021 mencatat sekitar sepertiga orang dewasa menggunakan tembakau, dengan proporsi jauh lebih tinggi pada laki-laki dewasa. Dalam jumlah absolut, itu puluhan juta orang, dan menempatkan Indonesia di antara pasar rokok terbesar di dunia.

Kenapa aku menulis ini dengan nada datar

Karena marah tidak pernah membuat orang berhenti merokok.

Tujuan tulisan ini bukan membuatmu membenci siapa pun. Tujuannya satu: memindahkan rasa bersalah dari tempat yang salah.

Kalau kamu sudah beberapa kali gagal berhenti, kamu tidak sedang kalah dari kelemahan karaktermu. Kamu sedang berhadapan dengan zat yang sangat efisien membentuk kebiasaan, ditambah sistem pemasaran yang menghabiskan hampir satu juta dolar per jam di satu negara saja untuk memastikan produknya terasa normal.

Menyalahkan diri sendiri tidak membantumu berhenti. Melihat mesinnya dengan jelas justru membantu, karena kamu berhenti mengukur dirimu dengan penggaris yang salah.

Angka keenam, dan ini yang paling penting

Semua angka di atas bukan milikmu. Yang ini milikmu.

Berapa batang atau berapa isapan yang benar-benar kamu konsumsi hari ini?

Hampir tidak ada orang yang tahu jawabannya dengan tepat, dan tebakan orang hampir selalu jauh di bawah kenyataan, karena sebagian besar konsumsi tidak pernah melewati keputusan sadar.

Selama angka itu tidak diketahui, tidak ada rencana yang bisa dibuat dan tidak ada kemajuan yang bisa diukur. Puff Counter mencatatnya dengan satu ketukan dan menurunkan batas mingguanmu dari angka aslimu, bukan dari target yang terdengar bagus di kepala.

Dua menit hari ini

Ambil kalkulator di HP-mu. Kalikan jumlah bungkus atau perangkat yang kamu beli sebulan dengan dua belas, lalu dengan sepuluh.

Itu angka sepuluh tahunmu, dan itu satu-satunya angka di halaman ini yang bisa kamu ubah mulai hari ini.

Lalu kirim tulisan ini ke satu orang. Nomor empat yang biasanya membuat orang diam sejenak.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa nilai satu perokok bagi industri rokok?

Seorang perokok satu bungkus per hari selama tiga puluh tahun membeli sekitar 11.000 bungkus, atau lebih dari 200.000 batang. Itulah nilai satu pelanggan seumur hidup, dan itu sebabnya biaya untuk mendapatkan satu pelanggan baru masuk akal secara bisnis meski terlihat besar.

Apa itu perokok pengganti?

Istilah yang muncul dalam dokumen internal industri tembakau yang kini terbuka untuk publik, merujuk pada pelanggan baru yang dibutuhkan untuk menggantikan pelanggan yang berhenti atau meninggal. Karena hampir semua perokok mulai sebelum usia dua puluh, kelompok pengganti itu secara definisi adalah anak muda.

Berapa biaya iklan dan promosi rokok setiap tahun?

Laporan tahunan otoritas perdagangan Amerika Serikat mencatat angka di kisaran delapan miliar dolar per tahun untuk iklan dan promosi rokok di negara itu saja. Dibagi rata sepanjang tahun, itu mendekati satu juta dolar setiap jam, sepanjang tahun, hanya di satu pasar.

Berapa banyak perokok di Indonesia?

Survei tembakau nasional pada 2021 mencatat sekitar sepertiga orang dewasa Indonesia menggunakan tembakau, dengan proporsi jauh lebih tinggi pada laki-laki dewasa. Dalam angka absolut itu berarti puluhan juta orang, dan menempatkan Indonesia di antara pasar rokok terbesar di dunia.